Rakor DayaSos

Rakor Tingkat Menteri Pada Acara Persiapan Sail Tomini dan Festival Boalemo 2015.

Rakor tingkat menteri pada acara persiapan Sail Tomini dan festival boalemo 2015. Dihadiri oleh beberapa LK. Kemeterian sosial diantaranya dihadiri oleh Dirjen Pemberdayaan Sosial  dan Penaggulangan Kemiskinan. Dalam rakor tersebut yang  dipimpin oleh Menko PMK Puan Maharani (18.6.2015) dibahas beberapa agenda penting yang akan dilaksanakan pada acara puncak dan beberapa titik yang dipersiapkan secara dini dikarenakan kondisi dilokasi sangat rawan longsor dan disampaikan juga dari jajaran Mabes Polri mempersiapkan dan meningkatkan pengamanan dan lalu lintas secara baik. Kali ini dalam rakor tingkat menteri  menyampaikan bahwa acara Sail Tomini diharapkan terselenggara dengan baik. Acara Sail Tomini yang rencana akan dibuka oleh presiden RI Joko Widodo.

BIRO KEUANGAN KEMENTRIAN SOSIAL

VISI :

“Terwujudnya Pengelolaan Kementerian Sosial secara Profesional, Transparan, dan Akuntabel”

 MISI :

•  Meningkatkan Kualitas dan Profesionalisme Pengelolaan Keuangan.

•  Melaksanakan dan Mengkoordinasikan Pelaksanaan Tatalaksana Keuangan, Perbendaharaan, Serta Verifikasi, dan Akuntansi.

•  Menertipkan Penggelolaan penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

•  Mengembangkan Sistem jaringan Informasi Keuangan.

.STRUKTUR-ORGANISASI-BIRO-KEU-KEMENSOS

Pencegahan Penyalahgunaan napza

Penyuluhan sosial adalah elemen penting dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial sebagai gerak dasar dan gerak awal sehingga  memberikan kesiapan dan manfaat program bagi sasaran. Manfaat penyuluhan sosial ditandai dengan adanya peningkatan pengetahuan, adanya kepercayaan dan keyakinan akan perubahan, serta kesadaran dari sasaran untuk mempunyai rasa tanggung jawab penuh dalam diri sendiri untuk ikut berpartisipasi aktif dalam  penyelenggaraan program kesejahteraan sosial.
Menanggapi issue global saat ini tentang darurat penyalahgunaan napza, darurat pornografi, dan pekerja migran bermasalah, maka penyuluhan sosial melakukan penyebarluasan informasi terhadap permasalahan tersebut melalui kegiatan pameran di Jombang pada tanggal 1 sampai dengan 5 Agustus 2015. Kegiatan pameran ini sebagai salah satu upaya pencegahan dengan memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada masyarakat tentang pencegahan bahaya penyalahgunaan napza, pencegahan pengaruh pornografi, dan pencegahan pekerja migran bermasalah (PMB).