KEUANGAN DAN HARTA

KEUANGAN DAN HARTA
Mari Berbagi

KEUANGAN DAN HARTA KEKAYAAN

 Sumber Pendapatan

  1. Harta kekayaan yang telah terkumpul dari iuran anggota sepenuhnya hak organisasi dan dikelola oleh Dewan Pengurus tingkat Pusat ( DPP ) Genpenus dan hanya dapat dipergunakan untuk segala bentuk kegiatan / aktivitas organisasi pada semua tingkatan ( DPP, DPTP, DPTKK, DPTKC ).
  2. Harta kekayaan yang telah terkumpul dari Sumbangan anggota, Sumbangan Masyarakat, Sumbangan Pihak Perusahaan swasta, dan Sumbangan Sumbangan lainnya, adalah sepenuhnya hak organisasi dan dikelola oleh Dewan Pengurus genpenus sesuai dengan tingkatannya dimana pengumpulan sumbangan itu dilakukan. Harta kekayaan ini hanya dapat dipergunakan untuk segala bentuk kegiatan / aktivitas organisasi sesuai tingkatannya ( DPP, DPTP, DPTKK, DPTKC ).
  3. Harta kekayaan yang telah terkumpul berupa dana Hibah, atau waris dan atau dana lainnya yang bersumber dari pemerintah, atau pihak lain dan bukan termasuk donasi atau sumbangan adalah sepenuhnya hak organisasi dan dikelola oleh Dewan Pengurus genpenus sesuai dengan tingkatannya dimana penerimaan dana itu dilakukan. Harta kekayaan ini hanya dapat dipergunakan untuk segala bentuk kegiatan / aktivitas organisasi sesuai tingkatannya ( DPP, DPTP, DPTKK, DPTKC ).
  4. Harta Kekayaan yang telah terkumpul dari hasil hasil usaha melalui badan badan usaha yang telah dibentuk sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran Rumahtangga GENPENUS. Harta kekayaan ini dapat digunakan untuk semua kegiatan organisasi termasuk dalam penambahan modal usaha bulan / tahun berikutnya jika diperlukan.

 

Pengelompokan KAS

  1. Kas Simpanan wajibKas Simpanan wajib adalah Kas wajib yang disisihkan atau diambil minimal 10 % Dari tiap tiap keuntungan Neto masing masing Badan usaha setiap bulannya, Kas simpanan wajib ini hanya dapat digunakan oleh genpenus jika dalam keadaan mendesak.
  2. Kas Pokok Organisasi, Kas Pokok Organisasi adalah kas utama dan sumber dana Kas ini adalah bersumber dari iuran anggota, kas pokok ini hanya dapat digunakan jika dalam keadaan mendesak.
  3. Kas OperasionalKas Operasional adalah dana yang bersumber dari sumbangan, donasi, hibah, waris, dan sejenisnya. Dana dalam KAS ini dapat digunakan untuk semua aktivitas organisasi sesuai dengan fungsinya.
  4. Kas Kesejahteraan, Kas Kesejahteraan Pengurus dan Anggota ini Bersumber dari keuntungan netto badan badan usaha organisasi yang disisihkan senilai 25 % setiap bulannya, Dana ini hanya dapat digunakan untuk kesejahteraan pengurus dan anggota.
  5. Kas Modal Badan Usaha, Kas Modal Usaha ini merupakan simpanan khusus Tambahan modal usaha, yang disisihkan dari tiap tiap keuntungan badan usaha seniali 10 % setiap bulannya. Kas ini dapat digunakan hanya untuk Penambahan Modal badan usaha apabila kekurangan modal.
  6. Kas Operasional Badan UsahaKas Operasional Usaha ini merupakan simpanan kas usaha, yang disisihkan dari tiap tiap keuntungan badan usaha seniali 30 % setiap bulannya, dan dibukukan pada awal bulan berikutnya. Kas ini dapat digunakan hanya untuk operasional badan usaha.

 

Pengelolaan Keuangan

  1. Dalam Hal iuran Keanggotaan telah ditetapkan bahwa Jumlah iuran keanggotaan adalah Rp.51.000 ( Lima Puluh satu Ribu Rupiah ). Dari jumlah iuran tersebut sebesar Rp.40.000 di masukan dalam kas pemasukan Organisasi, sedangkan Rp.11.000 ( Sebelas Ribu Rupiah ) digunakan untuk Biaya operasional Perekrutan anggota termasuk biaya transportasi, biaya materai dan fhotocopy. Kas operasional Rp.11.000 ini dikelola langsung oleh pengurus atau anggota yang melakukan rekrutment. Apabila ada sisa atas biaya operasional ini maka dana tersebut dapat dimasukan kembali kedalam Kas Pokok Organisasi.
  2. Harta Kekayaan Yang bersumber dari Sumbangan, Donasi, Infaq, Waris, Sodaqoh dan Dana Hibah atau sejenisnya dikelola untuk kegiatan kegiatan sosial sesuai dengan peruntukannya. Harta kekayaan ini dikelompokan pada KAS Operasional Organisasi.
  3. Segala Bentuk pengelolaan Harta kekayaan Badan usaha dikelola sepenuhnya oleh masing masing divisi badan usaha yang terkait,Harta Kekayaan ini dikelompokan pada KAS KAS Badan Usaha.
  4. Tiap tiap Divisi badan usaha wajib melaporkan kegiatan usahanya dan laporan keuangannya kepada Sekretaris jenderal dan Bendahara umum secara berkala setiap bulannya.
  5. Ketentuan ketetuan lain dalam hal pengelolaanharta kekayaan akan dibuat dalam lembaran lain jika dibutuhkan

 

Badan Badan Usaha

Dalam melakukan kegiatannya Lembaga Generasi Penerus sosial dapat mendirikan Badan usaha dengan modal awal diambil dari kas utama Organisasi tidak lebih dari 25%, dan badan badan usaha tersebut untuk pertama kalinya terdiri dari Usaha yang ada keterkaitannya dengan Bidang bidang berikut :

  1. Badan Usaha Bidang PERS/Media Cyber,
  2. Badan Usaha Bidang Ekonomi kerakyatan/Ekonomi Produktif/LKM/UKM
  3. Badan Usaha Bidang Kesejahteraan Sosial
  4. Badan Usaha Bidang Advokasi/Pendamping Publik
  5. Badan Usaha Bidang Pendidikan dan Pelatihan.

 

Sumber Permodalan

Dalam Pengelolaan kekayaannya Organisasi Lembaga Generasi Penerus sosial dapat mendirikan Beberapa badan usaha, diantaranya Badan – Badan usaha yang ada kaitannya dengan ; aktivitas PERS / media cyber, Pendidikan atau pelatihan, Ekonomi Produktif, Badan Kesejahteraan sosial, dan atau badan usaha lainnya dengan menggunakan anggaran utama organisasi paling banyak 25 % dari total kekayaan organisasi.

 

Pengelolaan Hasil Badan Usaha

  1. Keuntungan Netto senilai 10% setiap bulanya dari tiap tiap badan usaha Wajib disisihkan sebagai simpanan wajib organisasi dan disimpan pada kas simpanan wajib masing masing Dewan Pengurus sesuai dengan tingkatannya, dana simpanan ini dapat digunakan hanya untuk kepentingan mendesak di tiap tiap kepengurusan.
  2. Keuntungan Netto senilai 10% setiap bulannya wajib diolah kembali oleh tiap tiap badan usaha sebagai Persiapan tambahan modal demi kemajuan badan usaha di tiap tiap divisi, dana ini dapat disimpan pada kelompok Kas tambahan modal Badan Usaha.
  3. Keuntungan Netto senilai 25% setiap bulannya wajib disisihkan sebagai Kas operasional organisasi yang dikelola oleh Dewan Pengurus Organisasi genpenus sesuai pada tingkatannya, dana ini dipergunakan hanya untuk biaya operasional kegiatan kegiatan organisasi dan bakti sosial sesuai dengan anggaran dasar, anggaran rumahtangga, program belajar dan berkarya serta program kerja. Pegolempokan dan ini di masukan dalam Kas Operasional Organisasi.
  4. Keuntungan Netto senilai 30% setiap bulannya wajib disisihkan sebagai Kas operasional Badan Usaha masing masing divisi sesuai pada tingkatannya.
  5. Keuntungan Netto senilai 25% setiap bulannya wajib disisihkan sebagai Kas Kesejahteraan Dewan Pengurus dan anggota sesuai pada tingkatan kepengurusan. Kas ini hanya dapat digunakan untuk kepentingan kesejahteran dewan pengurus dan anggota apabila dibutuhkan, meliputi Penghargaan dan atau remunerasi kepengurusan, santunan Kecelakaan, Santunan Sakit, dan santunan kematian. Apabila Dana Kas ini tidak terpakai, maka harus dialihkan ke dana kas organisasi pada tiap tingkatannya yang dilakukan pada awal pencatatan keuangan bulan berikutnya.
  6. Tata Kerja yang menyangkut penatalayanan keuangan dan harta kekayaan Dewan Pengurus lainnya akan diatur dengan Peraturan Organisasi tersendiri, jika diperlukan.

 

Untuk informasi data Harta dan Keuangan bisa dilihat pada menu berikut :

  1. DATA INVENTARIS
  2. DATA BUKTI TRANSAKSI
  3. DATA CATATAN KEUANGAN